Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Bokep Korea Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Namun apa yang terjadi? Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah.




















