Dia senyum sambil memelukku sambil bertanya. King Bokep Baru Ramah tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam. Dia menatapku dengan penuh kasih sayang aku mengkedipkan mata agar Roni berani menyewakan gubuk buat kami. Waktu itu Ramah masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan. Sekali-sekali dirinya menggigil menahan dinginnya cuaca malam itu. Ramah memang cantik, putih dan seksi tidak di temui satupun bekas luka ditubuhnya. Dalam perjalanan itu aku bertanya “Ramah kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? Rahmah tidak tahu kemana lagi mengadukan nasibnya, hanya di benaknya yang terpikir bagaimana bisa makan dan tidur. Tapi itupun kalau abang mendesakku nanti ada waktunya bang, Ramah akan ceritakan semuanya buat abang.




















