Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Bokeb Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. “adikku” tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan. Dan ibu itu balas menggesek. Dapat.Jelas, ini sutra. Aku bergegas naik. Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Sangat pelan. Setelah kejadian malam tadi, aku sama sekali tidak berani untuk menatap ibu di sampingku. Kalau saja Mei di sampingku, pasti kepalanya sudah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku. Aku merasakan bahwa dia memakai BH yang berenda. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka lebar.Sial. Kali ini, dua kancing tepat di depan dada besar itu aku buka. Mungkin tidak terdengar. Aku membuka mataku.“Maaf, apa boleh tukeran sama suami saya? Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku.




















