“Aku sebenarnya tidak enak menceritakannya, tapi kamu sahabatku, aku tak bisa sembunyiin ini darimu…” kata Mamat. Bokep “Tapi…” belum sempat selesai bicara, Rianti sudah menjauh, dan aku tidak mungkin mengejarnya melewati gerbang yang dijaga oleh security, apalagi pakaian ku lusuh penuh oli begini. “Jangaann, sayaa tidaakkk pernaahhh beginniii…” jawabnya. Ranjangnya ada dua, tapi yang satunya kosong, aku yakin ini adalah kamar Rianti dan adiknya, Dini. Perasaan curiga ku pun timbul, sifat ibunya Rianti sepertinya tidak senang denganku, padahal tadi pagi Rianti berkata akan menemaniku nonton. Ibu Rianti sangat tidak menyetujui hubungannya denganku. Aku juga sudah cukup dekat dengan keluarganya, apalagi usaha ku dan Mamat sudah cukup lancar, tiap hari ramai dengan pelanggan. Apalagi pekerjaan ini sudah pernah kami geluti sebelumnya, jadi bukanlah hal susah untuk membobol rumah orang.




















