Dan desah-desah lembut dari dua insan manusia itu, membuat seluruh rasa dingin dari baju yang basah dan tiupan angin menderu akibat hujan lebat itu musnah seketika dari persada Pakde Marto maupun persada Surti.Mereka kini saling melumat. Hari itu kebetulan Iding pergi ke kota untuk membeli pupuk dan bibit tanaman.Rupanya hujan keburu turun sementara mereka masih di tengah hamparan sawah desa yang sangat luas itu. Bokep Crot Surti dan Pakde Sastro yakin bahwa Bude maupun Iding pasti cemas pada mereka yang tertahan hujan ini. Pelan-pelan mereka bangkit dari amben dan turun ke pematang kembali. Dan operasi ini tidak memerlukan prosedur formal. Mereka kini kegerahan dalam dinginnya sisa hujan. Surti memandang kaos oblong Pakde-nya yang basah kuyup lengket di tubuhnya dan menunjukkan bayangan dadanya yang gempal berotot. Dan bukan hanya sebatas bibir. Dengan wajahnya yang mendongak pasrah menatap ke




















