Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagapgagap, Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapangapain, kok, Pak. Bokep Asia Aku ingin merintih tetapi kutahan.Pak Irfan bertanya lagi, Sakit, Dya. Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Maaf, ya. Kamar saya berantakan. Sendirian.Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Irfan tanya, Udah laper, Dya?.Aku jawab, Lumayan, Pak. Memang tampak Pak Irfan hanya mengenakan handuk saja. Syukurlah Pak Irfan tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.Pada saat makan aku bertanya, Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Sewaktu Pak Irfan pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalanjalan sampai ke ruang makan dan dapurnya.




















