“Optimis dong bro, entar malem dia pasti jadi kok…” walaupun Mamat belum memiliki pacar, tapi dia lebih mendukungku untuk mempunyai seorang tambatan hati. Vidio Porno Dini terlihat meronta-ronta untuk menolak ciumanku, namun badannya terikat kuat, ia tidak mampu berbuat apa-apa. “Ibunya tidak suka dengan kamu bro… Pekerjaan kita ini gak jelas… Wajar saja sih…” Mamat pun seolah-olah sakit hati dengan perbuatan Rianti dan ibunya. “Bro, pulang saja dulu, biar aku tunggu di sini…” aku tidak mau merepotkan Mamat yang sudah seperti saudaraku sendiri. “Itu Rianti bro…” Mamat menunjuk ke arah seorang gadis yang berjalan menuju ke arah kami. Berantakan sekali, dari meja bekas, kulkas tak terpakai, drum, beberapa lukisan, dan entah barang apa yang ada dalam kardus penuh dengan debu, bau kotoran tikus pun menyengat, kamar ini benar-benar tak terurus.




















