Aku tidak berminat untuk mengikuti terus rombongan, karena perjalannnyanya bakal cukup jauh.Aku berdua dengan temanku yang biasa kupanggil Bode, karena bahasa daerahnya dia biasa dipanggil La Bode. Kami yakin dekat sana pasti ada WC.Setiap orang yang berpapasan kami tanya dimana WC, tak seorang pun paham. Bokep Thailand Aku pun oke saja akhirnya. Lututku terasa lemas sehingga aku mencari tempat untuk duduk di pinggir bak mandi. Aku agak yakin, karena Bode pernah menerapkan “ilmu” tebar pesona di Teheran, dan berhasil. Dia diam saja. Untuk memakai bahasa isyarat, agak sukar juga gesturenya, apalagi yang kutanya, tukang warung adalah cewek. Sekitar 1 jam aku mengajak Bode untuk kembali ke bus kami.Bus kami ternyata tidak ada di tempat.




















