Alamak.., jauhnya. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus. Bokep Colmek Aku berhasil. Ke bawah: Tidak. Wien datang. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. “Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Aku hanya main dengan tangan. Tidak terlalu ayu. Aku tertipu. Aku kegelian menikmati tangannya yang menari di atas kulit punggung. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri. Ia menikmati, tangannya mengocok Junior.“Besar ya..?” ujarnya.Aku makin bersemangat, makin membara, makin terbakar. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Ia malah melengos. Baru saja aku memasang ikat pinggang, Wien menghampiriku sambil berkata, “Telepon aku ya..!”Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya.




















