“Hi hi hi mamang bisa jaah!” Aku tertawa geli mendengar cara ia mengungkapkan hal itu. Bokepking Kerangkul lehernya erat dan kupagut bibir tua itu dalam ciuman. Tapi yang pastinya lebih enakan dari depan. Aku tak tahan lagi ia begitukan. Saat papi non pulang dari luar kota mamang akan mengaku sama papi non.”
Aku terkejut mendengar omongannya itu. Setelah lewat satu minggu aku-pun sembuh total. Apa-apaan nih!!” protesnya. semakin membuatku butuh padanya! Sorenya setelah cukup menenangkan diri aku baru pulang ke rumah. Begitu si tua keropos itu mengaku maka masalahnya bakal langsung selesai. “Sabar yaa. Tetapi mang Gimin dengan sigap mencekal pergelanganku dengan erat. Lalu kutahan tisyu tersebut pada hidungnya agar pendarahannya terhenti. “Maaaaangggg ayooo!…kok cuma diliatiin!” rengekku tak sabar karena ia belum juga menyentuhku di bagian itu.




















