Entah kenapa, Mas Toto belum juga menjamah bagian paling peka dari tubuhku. Sudah dua minggu lebih, saya dan Mas Toto saling kirim pesan rahasia. Bokep Twitter Birahiku menggelora melihat wajah Mas Toto di depanku. Aku mengerti maksud kata-kata terakhirnya, bukan ngaceng aja, tapi ngga sengaja. Kedua kakiku ditekuknya seperti kecoa kepanasan. Toto masih berdiri menunduk di belakangku. Tapi sudahlah.Hari-hari berikutnya, kami masih sering ber-SMS ria. Tidak lama kemudian dia keluar kamar. Mungkin karena mau dapat mens. Dan, “Cret.. Sementara kedua lututnya bertekuk di lantai. Agak lama kukibaskan rambutku. Padahal kami sama-sama berada di rumah. “Mas sudah ngga tahan, sayang..!” katanya. Mas Toto tidak sadar kalau tubuh yang dihimpitnya adalah tubuhku, adik iparnya, bukan Mbak Dewi istrinya. Kamar Mas Toto sendiri ada di lantai atas, bersebelahan dengan adikku yang bungsu. Mbak Dewi sudah tahu kebiasaan suaminya menonton bola




















