Matahari pagi begitu terik. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe. Bokep Jepang Kubuka kaca jendela. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. “Hallo, Ricky, kamu kemaren kemana? Lalu aku mulai pelan-pelan memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. Dan teringat Felly. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. Suasana yang hiruk-pikuk di sana bukan merupakan gangguan pada penatnya tubuhku yang bukan main, sehabis dicabik-cabik seharian oleh monster-monster kapitalis lapar itu.Memang sebagian orang menyangka hidupku enak, mungkin bukan sebagian, hampir setiap orang yang mengenalku lebih




















