Kulumat lagi. Bokep Cina Tapi bagiku tak menjadi soal benar. perlahan namun pasti, aku mulai masuk. Tak ada tanda-tanda penolakan. “Sebenarnya, gue kurang pede, Mas.”
“Gue nggak melihat begitu, kenapa sih?” tanyaku. Aku cepat-cepat masuk kamar mandi sebelum dia mencari celana dalamnya. Sama siapa?” tulisku memberondong. Malam ini Alia sepenuhnya menjadi milikku. Seluruh aktivitas bisnis dapat dilakukan dan dikendalikan dari rumah. Betapa indahnya Alia! Sampai aku harus menutup mulutnya agar suaranya tak sampai kedengaran dari luar kamar.———-Kami berdua masih tergeletak lemas, tak berbicara, asyik dengan pikiran masing-masing. “Engga apa-apa.”
“Pakaianmu masih lengkap.”
“Sama aja kan, Mas puas juga kan?”
“Benar, barusan Mas puas sekali, tapi..”
“Engga pakai tapi,” potongnya.










