Penuh hasrat aku mengangkat dan memondong Tante Ratih ke kamar tidur.“Duh, kamu kuat sekali Dit”, pujinya melekapkan wajah di dadaku.Kubaringkan dia di ranjang, handuk yang membalut tubuh telanjang-nya segera kulepas. Siapa tahu aku nanti bisa nyenggol-nyenggol dia sedikit-sedikit. Bokep Rusia Kuingat kata-kata pelatih sepakbola-ku. Tante takut sekali kalau ibumu tahu. Pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang sedikit mencolok menjadi sorotan tajam masyarakat. Kukatakan aku mesti sekolah besok pagi.Yang sebenarnya seperti sudah saya katakan sebelumnya, saya selalu gugup dan tidak tenteram kalau berdekatan dengan Tante Ratih (tapi tentu saja ini tak kukatakan pada ibuku). “Punyamu panjang sekali.”“Memek Tante tebal dan enak sekali”, kataku balas memuji dia. Aku tidak lagi menahan diri. Bukan pacar sembarang pacar, tetapi pacar yanf cantik dan seksi, yang mau diremas-remas, dicipoki dan dipeluk-peluk, bahkan kalau bisa lebih jauh lagi dari itu.




















