Hari itu aku berulang tahun yang ke 17. Aku menelentang pasrah.“A..a..aku… tttakut, Tante…,” kataku ketika kurasakan Tante Ning mulai menyusup-nyusupkan batang penisku ke dalam lubang vaginanya yang basah. Bokep Mama Berulangkali kugelitik kelentitnya dengan ujung lidah sambil kukenyot dalam-dalam. Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku, sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi Tante Ning waktu itu, karena aku tetap belum berani melihat wajahnya, tetapi yang jelas dia malah memijit-mijit tonjolan batang kemaluanku yang tentu saja jadi semakin keras.“Tante… aku…” Aku semakin tidak enak hati, sementara nafsuku semakin tinggi. Aku sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Semua itu mungkin dipengaruhi oleh pengalaman pertamaku, perjakaku direnggut oleh perempuan yang masih terhitung tanteku sendiri, sepupu jauh ibuku.Itu terjadi ketika aku berumur 17 tahun, kelas 2 SMU. “Udah 17 tahun, udah dewasa…” “Maksud Tante, aku




















