Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala. Bokep Indo Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana. “Terima kasih, Bi”, ucapku. Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku langsung dipanggil untuk menemuinya. Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput.Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku bergegas ke kamar. Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. Tapi aku belum ingin membawanya terbang ke surga dunia yang bergelimang kehangatan dan kenikmatan itu. Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya. Padahal semula dia sudah putus asa. Padahal semula dia sudah putus asa. Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli. Tapi aku memang membutuhkan pekerjaan saat ini.




















