“Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku. Bokep Asia Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak.“Nah, sekarang, Han. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya! Astaga! Sekarang giliran kamu dites. Sejenak mereka memandangku ketika aku masuk. Dapat bergaya. Biasa-biasa aja lah!”
Kupikir tak apa-apa lah kali ini. Di halamannya terpampang papan nama “**** (edited) Agency Photo Studio & Modelling. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Sejenak mereka memandangku ketika aku masuk. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. Bertubuh ramping. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai dilihat orang-orang banyak?! Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi aku sangat menyukai berita-berita tentang perekonomian Indonesia termasuk krisis ekonomi berkepanjangan yang tengah melanda Indonesia. Terpaksa aku hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Adolf.




















