Pembawaannya yg kalem tapi tetap ramah ke semua orang. Film Porno “Bukan Jun, gua baru kali ini aja, Sorry Jun…” namun Jun tetap menarik telingaku dan akupun mengikutinya
“Ah… jangan banyak ngomong” katasambil berjalan, sedang aku pasrah dalam keadaan terjewer mengikuti langkahnya menuruni tangga. Plaakkk… tamparan tangannya mendarat di mukaku. Kulihat matanya sedang menatap celana dalamku.“Ah engga lah… biaasa aja” jawabku, kemudian kami ngobrol sedikit tentang anak-anak kos tetanggaku yg tumben belum pada pulang sore itu, sampai akhirnya Juli memanggil Jun untuk turun. Dan Jun pun bergegas turun meninggalkanku sendirian di kamar atas. Ah jangan-jangan mereka akan ML di kamar mandi nih, pikirku. Uh… aku tdk tahu, nikmat atau sakit, kedua-duanya kurasakan saat itu sampai satu saat Jun mempercepat gerakan pinggulnya, dipeluknya aku kuat-kuat dengan satu tangannya, sementara tangannya yg lain memegahi pangkal penisku yg ujungnya masih asik




















