“sakit?”, tanyanya pelan. “iya, beneran, trus apa?” “boleh minta cium nggak?” “ooh..” langsung dia mencium pipiku. Bokeb Dah jam 23.30, aku dah ngantuk nungguin movenya, tapi kayanya ni malem bakal lewat lagi bgitu aja. Dia menaikan tangannya sedikit agar aku bisa meletakkan kepalaku di dadanya, tanganku menyusuri pinggangnya lalu kupeluk.“Sin, kalo mau minta tolong, atau mau ngomong sesuatu, kasih tahu aja, aku siap bantu kok” katanya untuk memecah suasana. “nggak, emang napa?” tanyanya balik.“penasaran aja, abisnya abang dingin banget…serem tau” jawabku sambil tersenyum. Tiba2 pintu terbuka, refleks langsung dia menutup pintu sembari meminta maaf. “iya, enak lah”. Setelah minum kopi dan mandi, aku segera beberes untuk siap2 kekantor. Dengan mesra aku ajak dia mandi bersama. “sakit?”, tanyanya pelan. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa, aku langsung menyandarkan kepalaku di bahunya.




















