“mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. Bokep Arab “Aku titipin kerumah neneknya” jawab dia sambil membawa minuman dari dapur.Kemudian dia tersenyum nakal. Sekarang kami sudah sama-sama telanjang.Aku tindih mbak Femi sekali lagi. Klitorisnya tdk terlalu besar tapi cukup mudah untuk dijilat kemudian aku hisap perlahan.Pinggul mbak Femi semakin tdk tenang, dia seakan menghindari jilatannku tapi tangganya menekan kepalaku untuk terus menjilati klitorisnya. Dia meringis seperti protes karena aku berlama-lama, aku cuma membalasnya dengan seyum kecil. “Ayo, aku dah masak tadi siang khusus buat kamu” ajak mbak Femi kearah meja makan.Selama makan malam kami bercerita panjang.










