“Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Bokep Rusia “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. Aku tak ingin mendengarnya. Jay memandang mataku, dan melengos ke arah lain. Menjentikkan jemarinya memanggil saat aku tergopoh-gopoh memungut rokok mahalku sambil menggerutu. “Bule? “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? “Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. “Sebelum aku menjadi milik bule. Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku.










