Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. “Relaks,” bisiknya di depan bibirku. Bokep Live Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. “Ada yang salah?” tanyaku. Kesadaranku sudah nyaris hilang. Kupikir, mungkin masih ada kesempatan bagiku memperbaiki keadaan sebelum ia turun dari mobilku. Ia menarik bibirnya, tersenyum dan berkata, “Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bukan?”
Aku tak tahu harus berkata apa. Tuduhan semacam itu tidak kusukai. Kulepas jasku dan meletakkannya di atas buffet, lalu aku berjalan menuju bar kecil di ruang dapur. Ia masih menatapku tanpa berkata apapun. Pahanya dan betis yang putih terlihat saat ia mengangkat sebelah kakinya ke atas kaki yang lain. Ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Kurasakan nafsuku sudah mencapai klimaksnya. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. “U-uh. Saat aku terdiam, tubuhnya bergeser lagi semakin rapat, lalu ia mengangkat kepalanya dan




















