Kedua tangannya meraba-raba sekujur tubuh A-mei. “Omong-omong, aku bisa kasih komisi lebih banyak, yah paling tidak 5% lebih banyak dibanding proyek sebelumnya,” kata Pak Wijaya mengalihkan pembicaraan yang membuatnya tak nyaman itu.“Ah, itu bisa dibicarakan nanti. Bokep Asia Dan….bleesshh! Kuharap kau bisa mengerti dalam hal ini,” kata Pak Wijaya dengan tenang.“Tetapi…” protes Pak Heru dengan wajah tak terima, namun segera dipotong oleh Pak Wijaya dengan kata yang sama,
“Tetapi…” kata Pak Wijaya sambil menggunakan tangannya seolah memberi tanda untuk tidak menginterupsi kalimatnya. Kalau ada perbuatanku yang menyinggung perasaanmu itu semua karena ketakutanku yang tak berdasar itu, sama sekali bukan karena perbuatanmu.




















