Sebagai sekretaris kesaygan petinggi partai, tak ada yg berani mengusikku, walaupun mereka tau persis, bahwa aqu bukan hanya sekretarisnya namun juga alat lobi dan budak seks. Bu Melinda menatap sayu ke arahku, Pak Ahmad yg menyadari kehadiranku juga menoleh ke arah pintu sembari tersenyum mesum.“Halo Kir, sini!” panggilnya, “ikutan yuk, biar rame!”“Eeerr….aqu…”Belum sempat aqu mengiyakan, badanku sudah didorong seseorang dari belakang sehingga masuk ke kamar. Sex Bokep Pak Adi memintaqu untuk memakai pakaian yg seksi, dgn dada rendah dan rok menggantung sejengkal di atas lutus sehingga memamerkan sepasang paha indahku. (mereka dapet duitnya darimana, itu sih tanyakan pada rumput yg bergoyg)“Gimana Pak Yahya? Akhirnya mereka tenang juga dan kini aqu harus segera ke ruang rapat utama karena akan rapat akan segera dimulai.Aqu langsung masuk ke ruangan rapat utama yg luas.




















