Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk…”, bisik Linda mengajak. Hubunganku dengan Linda memang akrab sekali, walaupun tidak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayanganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Bokep Ojol Bahkan aku tetap tidak peduli meskipun Linda menggeser duduknya hingga hampir merapat denganku. Sementara perasaan hatiku semakin tidak menentu. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya lelaki, jelas sekali kalau aku sangat dimanja. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Dia tersenyum-senyum. Kalau mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Memang aku seperti anak kecil, menurut saja dibawa ke dalam kamar gadis ini. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herman.




















